Pencarian ini hanya berfungsi saat di Halaman Depan
atau Gunakan Fitur Pencarian Explore

Sengketa Yerusalem: Sudahkah Anda Mengurus Surga Kedamaian Diri?

Terlepas dari Pro Israel atau Pro Muslim, ataupun Pro Kristiani, mungkin kiranya lebih baik jika kita Pro Kedamaian. Ibu Abeer Zayaad namanya, seorang wanita dan Arkeolog yang bekerja di museum Mesjid Al-Aqsa Yerusalem mencontohkan kedamaian bahwa tetap satu sebagai keluarga besar, "Apapun agamanya", katanya.

"Tak masalah apa agama kami, Kristen, Muslim, Katolik dan juga Yahudi, kami tetap satu ... orang Palestina, kami menghadapi masalah yang sama yaitu pendudukan Israel ... kami keluarga besar, kami ke sekolah bersama, kami hidup bersama," kata Ibu Abeer tenang.

Situs Yerusalem yang suci bagaikan urutan ketiga setelah Mekah dan Madinah. Namun tidak hanya umat Muslim yang melihat Yerusalem sebagai tempat yang istimewa. Tetapi juga bagi umat Kristen dengan sejarah Gerejanya, dan Yahudi dengan tembok ratapannya yang berada dalam satu daerah berdekatan dan mereka saling berrkaitan terhadap sejarah Agama yaitu figur Ibrahim dalam kitab-kitab suci.

"Penting bagi umat Kristen, Islam dan Yahudi -tiga agama yang sama-sama terkait dengan figur Ibrahim dalam kitab-kitab suci," -terang Wartawan Erica Chernofsky

3 Peninggalan Sejarah Penting yang Dirasakan Oleh 3 Umat Agama Daerah Berdekatan

1. Tembok Ratapan umat Yahudi

[caption id="" align="alignnone" width="792"] photo credited: blog.dwidayatour.co.id[/caption]

2. Gereja Makam Kudus Umat Kristen

[caption id="" align="alignnone" width="792"] Gereja Makam Kudus | photo credited: http://redaksiindonesia.com[/caption]

3. Masjid Al-Aqsa umat Islam

[caption id="" align="alignnone" width="799"] photo credited: wikipedia.org[/caption]Terjadinya ketegangan saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendeklarasikan Kota Yerusalem (Jerusalem city) sebagai Ibu kota Negara Israel.

Banyak kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Indonesia sendiri melalui Presidennya maupun beberapa masyarakatnya yang menentang keputusan itu.
Sebuah pertemuan Organisation of Islamic Cooperation (Organisasi Kerjasama Islam / OKI) dengan dihadiri 57 Negara di Istanbul (13/12/2017) juga mengambil posisi menentang deklarasi Presiden Amerika Serikat tersebut hanya akan menjadikan provokasi/mempersulit proses perdamaian antara Israel-Palestina yang sedang diupayakan itu sendiri.

Namun, terlepas dari Pro Israel atau Pro Muslim, ataupun Pro Kristiani, mungkin kiranya lebih baik jika kita Pro Kedamaian.

Ibu Abeer Zayaad namanya, seorang wanita dan Arkeolog yang bekerja di museum Mesjid Al-Aqsa Yerusalem mencontohkan kedamaian bahwa tetap satu sebagai keluarga besar, "Apapun agamanya", katanya.
[caption id="" align="alignnone" width="810"] Ibu Abeer Zayaad (kanan) bersama suaminya (kiri) tengah berada di Yerusalem | Image source: bbc.com[/caption]"Tak masalah apa agama kami, Kristen, Muslim, Katolik dan juga Yahudi, kami tetap satu ... orang Palestina, kami menghadapi masalah yang sama yaitu pendudukan Israel ... kami keluarga besar, kami ke sekolah bersama, kami hidup bersama," kata Ibu Abeer tenang.

Ada juga contoh lain seorang laki-laki, Jonathan Abu Ali (21) mengungkap sefaham dengan kedamaian bahwa kota Yerusalem dimiliki semua Agama dari semua warga Palestina, dan katanya jangan memperumit masalah.

"Tanah ini milik kami, sebagai orang Kristen, Yahudi dan Muslim. Orang dari luar tak boleh ikut campur urusan kami. Kami telah tinggal di sini selama berabad-abad sebagai saudara dan pemerintah menciptakan masalah. Masalah telah dimulai, dan saya rasa akan ada lagi lebih banyak kekerasan di seluruh negara," kata Jonathan tersebut sebagai pekerja restoran.

1. Jangan Memecah Belah Antar Golongan Kawan-Kawan Anda dengan Tingkah Hate Speech

[caption id="" align="alignnone" width="803"] Di Istanbul, peserta antara lain membawa spanduk dengan gambar Trump dengan tulisan 'pelayan Zionis'. | photo credited: gettyimages.com[/caption]

Berbagai tindakan demonstrasi, anarkis, atau protes berpotensi bermunculan akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia, seperti di Lebanon dan Yerusalem juga bahkan. Tidak jauh berujung pada kekerasan, katakanlah contohnya di sekitar Kedubes Amerika Serikat di Beirut, Lebanon. Juga kekerasan lainnya banyak sekali, contoh kedua di Yerusalem warga yang marah menusuk petugas keamanan Israel di suatu stasiun Bus. Bagaimana sekarang? Jangan menyebarkan hate speech lagi kalau begitu?

2. Bersikaplah Openminded

[caption id="" align="alignnone" width="817"] photo credited: pinterest.com/erikathegr8/social-skills-groups/[/caption]

Orang yang Berpikiran terbuka (alias Openminded) adalah mereka yang memiliki kekuatan Diri yang tinggi derajatnya di sisi Tuhan Anda. Tuhan Anda mengerti perasaan Anda saat sebuah situs bersejarah menjadi penting bagi kita untuk kita pertahankan, tetapi akan menjadi lebih penting saat Anda yang damai melihat dengan kaca mata 4 arah, apa fakta di belakang Anda memang penting, tetapi resiko perdamaian juga harus didahulukan. Apa Moral yang Anda posisikan juga penting Anda ikuti bagi kelompok Anda, tetapi Jiwa yang tenang juga penting untuk kelompok Anda. Jika sebuah kebenaran memang sangatlah penting, namun "Cinta itu menyembuhkan, itulah sebuah kebenaran." -Dr. Bernie Siegel

3. Jangan Biarkan Setan Merasuki Jiwa dan Mulut Anda

[caption id="" align="alignnone" width="823"] Suatu kelompok di Palestina menyerukan 'Hari Kemarahan' untuk memprotes langkah Presiden Trump | photo credited: gettyimages.com[/caption]

Berita buruknya terdapat di diri Manusia 2 emosi dasar yang merugikan dalam dan dilarang secara eksplisit dalam Islam atau secara tidak langsung dilarang (bagi yang berpikir) untuk digunakan. Mereka adalah marah (angry), dan jijik/merendahkan (disgust). Apakah Anda tahu 2 emosi dasar diri kita seperti ‘kemarahan’ (angry), ataupun reaksi ‘jijik/merendahkan’ saat digunakan sangat tidak menguntungkan dan tidak ada gunanya sama sekali dalam banyak situasi?

Pikirkan (dengan otak) dan renungi (dengan hati) petunjuk ini: “… baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” [QS.Ali ‘Imran:134.]. Dan juga di sebuah Hadis Sahih Riwayat Bukhari “… dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda: “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: ‘Janganlah kamu marah.’ ” [HR. Bukhari:5651].

Dan mantra terbaik menyingkirkan setan tersebut agar tidak merasuki jiwa Anda, simaklah sebagai berikut “… ‘Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka marahnya akan hilang. Audzu billahi minasy-syaithaainir rajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk).’ … Orang laki-laki yang marah tersebut berkata: ‘Apakah kamu menganggap saya sudah gila?’ ” [HR. Muslim:4726]

4. Jangan Sebarkan Kebencian Politik ke Anak atau Lingkungan Terdekat Anda

[caption id="" align="alignnone" width="826"] photo credited: quora.com/How-does-one-overcome-the-emotional-neglect-they-faced-in-childhood[/caption]

Jika Anda menebarkan kebencian ke Anak Anda atau apalagi ke lingkungan masyarakat Anda, Anda akan berhadapan dengan Aparat keamanan Indonesia. Karena Anda tidak menjaga kedamaian, karena Anda menyangkal Pancasila, atau UUD. Anggota Komisi IV DPR Rahmad Handoyo menegaskan siapa saja yang mengkhianati perdamaian Indonesia akan berhadap dengan seluruh rakyat Indonesia.

...jangan ada yang mencoba-coba mengutak atik bangsa yang memiliki kekuatan besar bernama NKRI ini. Anda tidak hanya berhadapan dengan aparat keamanan, tapi juga dengan seluruh masyarakat Indonesia yang sangat mencintai negara ini,” tegas Handoyo dalam DamailahIndonesiaku.com.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” -QS.Al-Hujurat:13
Referensi: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8

Komentar?TulisTutup